Wakil Ketua IX DPR RI Bermitra BPOM Mensosialisasikan Pemberdayaan Masyarakat Melalui komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan

Spread the love

onlinentt.com-NTT, -Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkianus Laka Lena, bermitra dengan BPOM NTT mensosialisasikan Pemberdayaan Masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat dan makanan kepada masyarakat di rumah Padang Maulafa Kota Kupang
Rabu, 11/12/2019.

Peserta yang hadir dalam sosialisasi ini lebih kurang seribu lima ratus orang berasal dari berbagai komunitas masyarakat, pemuda dan mahasiswa.

Sesuai agenda, sediannya sosialisasi tersebut dilaksanakan pada pukul 06.00 wita namun molor sampai pukul 7.00 wita dan baru selesai pada pukul 10.35 wita.

Materi yang disajikan berupa pengawasan makanan dengan sistem tanya, (tanggal kadaluarsa, ijin edar, label dan cara penyimpanan).

Pemateri pertama, Chairun Nisa, Kepala Subdit Inspeksi Pangan Steril Komersil BPOM RI, judul materi, “Menyiapkan makanan yang aman”.

Menurut Chairun, rahasia dan kiat memilih makanan sehat yang tidak kadaluarsa dan tak mengandung bahan berbahaya adalah memastikannya aman dengan melihat label, tanggal kadaluarsa, petunjuk penyimpanan, seperti suhu, tidak bercampur bahan berbahaya lain, ujarnya.

Kepala BPOM NTT, Sem Lapik, judil materi, mencegah keracunan makanan massal di pesta, menjelaskan pengawasan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat soal kandungan bahan berbahaya dalam makanan.

“Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dalam mengawasi makanan agar layak dan aman, tidak berbahaya untuk dikonsumsi,” terangnya.

Emanuel Melky Laka Lena mengaku sebagai anggota DPR RI akan melakukan pengawasan terhadap makanan pada setiap pesta agar masyarakat tidak mengalami keracunan.

“Makanan siap saji memang selalu rentan terhadap kandungan berbahaya, misalnya jajanan pada beberapa sekolah yang dalam pengelolaannya dicampuri bahan berbahaya, seperti formalin, boraks dan pewarna tekstil, ucapnya.

Ditambahkan, penyebab lain dari keracunan ada beberapa faktor, misalnya pertama, pengelolaan makanan yang salah dan tidak higinenis,. Kedua, cara penyimpanan yang tidak higienis dan pembiaran pada ruangan terbuka sehingga terkontaminasi dengan berbagai bahan dan partikel bebas berbahaya baik dari udara, hewan seperti lalat, tikus, kecoa, anjing dan cara mencuci yang salah dan lain lain, tutur dia.

Melky menerangkan, untuk pencegahan, pertama bahan makanan yang dipersiapkan harus berkualitas baik, contoh bahan organik adalah yang terbaik yang bisa dikonsumsi.

Kedua, teliti terhadap warna dan tampilan bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak terutama di pasar modern. Ketia, perlu bijak dan tepat menyimpan bahan makanan sesuai jenis dan sifat.
Keempat, pencucian bahan makanan harus dengan air bersih dan bahan pencuci yang aman.

Kelima, penting kebersihan pengelola makanan. Tidak sentuh makanan dengan tangan yang sudah dimasak. Kondisi tangan harus bersih, selanya.

Diuraikan, ada lima kunci keamanan pangan, pertama memilih bahan makanan yang layak dikonsumsi. Kedua, memisahkan makanan mentah dan masak. Ketiga, menjaga suhu makanan dalam penyimpanan. Keempat, menjaga kondisi tangan saat hendak makanan dan cucilah bahan makanan dengan air bersih dan bahan pencuci yang aman.

Melki menambahkan, langkah-langkah penanganan keracunan makanan, antara lain melibatkan BPOM untuk penelitian sampel makanan yang sebabkan oleh keracunan makanan.

Sosok Apoteker yang berjaya di panggung politik ini menyatakan
kasus keracunan makanan di NTT, baik yang dikonsumsi sendiri di rumah atau pesta karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan akibat kandungan berbahaya dan cara penanganannya.

“Memilih makanan yang layak dikonsumsi. Cara memilih, mengolah dan menyimpan makanan harus layak agar masyarakat paham, waspada, dan mahir sehingga tidak ada kejadian keracunan makanan lagi di NTT yang mengakibatkan kematian,”tandas dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *