Pengelolah dan Komite PAUD Mengikuti Loka Karya Mendesain Proposal Bantuan Hibah

Spread the love

onlinentt.com-NTT, Mendukung pengembangan kegiatan PAUD yang berkelanjutan melalui penguatan usaha masyarakat berbasis potensi lokal produktif di desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Madani, (LPMM), Kupang menyelenggarakan loka karya pelatihan mendesain proposal bantuan hibah bagi 10 pengelolah dan Komite PAUD di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa, (09/12/2019).

Terdapat 22 PAUD yang mendapatkan suport dan pendampingan tetapi dalam penyelenggaraan pelatihan hari ini hanya 10 pengelolah dan Komite PAUD dari 10 desa yang di undang untuk mengikuti pelatihan.

“Mereka sudah mengikuti pelatihan usaha produktif berbasis potensi lokal berbasis untuk sekolah dan Komite PAUD sebelumnya,” terang Ketua LPMM Kupang, Silvester Seno, Program Manejer LPMM Kupang, saat diwawancarai onlinentt.com di sela- sela kegiatan.

Menurut Silvester, pengelolah dan Komite PAUD harus memahami tentang bagaimana mendesain proposal yang benar sesuai pelatihan sebelumnya untuk memperoleh bantuan dana hibah yang dipersiapkan oleh LPMM Kupang atas kerjasama dengan Barn Fonden Swedia dan dukungan dana dari Uni Eropa,” jelasnya.

Ditambahkan, Pengelolah dan Komite PAUD sedang mendapatkan pelatihan mendesain proposal bantuan hibah secara benar untuk dipresentasekan di depan tim penguji dan penilai LPMM Kupang dan tim teknis dari Yayasan Satu Karsa Karya Solo sebagai mitra yang menyelenggarakan kegiatan loka karya ini.

“Batas waktu penyelesaian proposal sampai dengan tanggal 28 Pebruari 2020 tetapi proses penulisannya di mulai dari sekarang,” kata Silvester.

Sementara, lolos tidaknya proposal dalam mendapatkan dana hibah, Silvester menyatakan proposal harus memiliki legalitas, seperti lembaga, ijin, struktur dan dokumen pendukung lain.

“Pilihan usaha harus menjawab masalah yang berkembang di masyarakat terkait pendidikan anak usia dini, (PAUD), sebab masih ada anak-anak usia dini yang belum mengakses sekolah karena ketidakmampuan ekonomi orang tua,” terang dia.

Dituturkan, karena kondisi tersebut, LPMM Kupang menawarkan salah satu solusi pengembangan usaha ekonomi produktif supaya pengelolaan oleh komite dapat diperuntukan bagi kepentingan kelanjutan, operasional PAUD dan memalisir dukungan dari masyarakat dan orang tua yang tidak mampu secara ekonomi.

“Tidak menjadi alasan ketika berbicara tentang akses usaha ekonomi karena PAUD sudah bisa memfaslilitasi. Memang mereka tidak mendukung dengan biaya tetapi minimal mereka telah memberikan dukungan berupa pengembangan usaha produktif,” ungkapnya.

Seno mengaku, kegiatan ini baru langkah awal maka dari 10 pengelolah dan komite yang mengikuti pelatihan, empat akan dipilih untuk diberikan suport melakukan sosialisasi kepada pemerintah dan stackholder di desa karena mereka juga membantu menilai.

“Yang diperbincangkan dalam sosialisasi itu pula tentang peluang-peluang usaha yang tepat di desa, ” paparnya.

Menutup kesempatannya, Direktur Program LPMM Kupang ini menyampaikan, pencairan dana hibah baru bisa dilakukan kepada pengelolah dan komite PAUD terpilih pada bulan Maret 2020, sebesar 3000 euro atau dirupiahkan sebanyak lebih kurang 48 jutaan rupiah, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *