MOZZAD Akan Mengurus Keamanan Orang Yahudi di Seluruh

Breking News Israel mitra Online NTT.com,  Baru-baru, badan inteljen Israel, MOZZAD menerima lebih dari 10 juta shekel atau sekitar 2,6 juta dolar, dari salah satu Kementerian Pemerintah Israel, bertujuan untuk meningkatkan keamanan komunitas Yahudi di seluruh dunia.
Jumlah uang tersebut akan dipergunakan untuk mendukung pasukan keamanan lokal dan membantu mengkoordinasikan berbagai tindakan untuk melindungi orang Yahudi di Diaspora.

Laporan yang diterbitkan oleh saluran berita dari jaringan Israel, menyebut keputusan Israel untuk meningkatkan keamanan di sekitar komunitas Yahudi, akan diambil dalam konteks peningkatan anti-Semitisme yang baru-baru ini terjadi di seluruh dunia.

Selain itu, meningkatnya ketakutan atas aktivitas teroris dan mengkhawatirkan seperti serangan penembakan di sinagoga Pohon Kehidupan Pittsburgh di AS, yang menyebakan 11 orang Yahudi terbunuh oleh Robert Bowers yang anti-Semit November lalu..

Sebanyak, 28 % responden mengatakan bahwa orang Yahudi terlalu berpengaruh dan sepertiga mengatakan mereka tidak punya pengetahuan substansial tentang Holocaust secara keseluruhan sehingga hampir 25 % dari semua responden menyatakan, orang Yahudi memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam konflik dan perang di seluruh dunia.

Selain itu, satu dari lima responden mengungkapkan, orang Yahudi memiliki pengaruh yang terlalu besar di media dan masih jumlah yang sama, percaya bahwa orang Yahudi memiliki pengaruh yang besar dalam politik. Begitu pula, sepertiga dari responden mengatakan orang Yahudi menggunakan Holocaust untuk mempromosikan posisi atau tujuan mereka sendiri.

Demikian pula, sebuah penelitian yang diterbitkan awal bulan ini dengan sampel 16.000 orang, mengungkapkan, orang Yahudi berada di 16 negara Uni Eropa sepertiganya membentuk badan benua, guna menghindari pengunjung situs Yahudi atau itu cara mereka karena takut akan keselamatan mereka.

Jumlah sepertiga responden juga menjelaskan mempertimbangkan keinginan untuk beremigrasi. Dan lebih dari seperempat responden mengaku telah dilecehkan. Sementara, orang-orang Yahudi yang paling terpengaruh di Inggris dengan proporsi responden yang mengatakan anti-Semitisme, adalah “masalah besar” sebanyak 75 % pada 2018. Namun dalam survei serupa, yang dilakukan oleh lembaga yang sama Tahun 2012, angkanya hanya 48 % menuturkan di Inggris.
Komentar kenaikan serupa teramati di Jerman, sejumlah 85 % dari 62 % dan di Swedia, 82 % dari 60 % .
Sumber: Arutz Sheva / Reproduksi diotorisasi dengan menyebutkan sebagai berikut: @EnlaceJudíoMéxico.(Xii)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *