Keluarga Korban Kecewa Dengan Kinerja Polres Rote Ndao

Spread the love

ROTE NDAO- Online NTT, – Keluarga korban merasa kecewa dengan kinerja Polres Rote Ndao yang tak kunjung menetapkan siapa dalang dibalik penembakan almarhum Yoppy O. Hilly pada Tahun 2016 lalu, akhirnya menyurati Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur pada Senin, (14/01/2019).

Dalam surat tersebut, keluarga korban meminta perlindungan dan penegakan hukum yang  terhadap otak perencana penembakan terhadap almarhum, Yoppy O. Hilly yang hingga saat ini belum tersentuh proses hukum.

“Kami kecawa dengan polres Rote Ndao karena penyidikan sudah tiga tahun tetapi dalang perencana pembunuhan terhadap alamrhum Yopy O. Hilli, belum tersentuh oleh hukum dan masih bebas berkeliaran. Oleh karena itu, kami minta penegakan hukum langsung kepada Kapolda NTT, melalui surat pengaduan yang telah kami kirim pada Senin (14/01/2019), terang  Fortkes Marthinus Hilly, kepada wartawan di rumahnya, Selasa, (15/01/2019).

Marthinus Hilly mengatakan, Polres Rote Ndao harusnya sudah melakukan proses hukum terhadap oknum yang disebutkan, sebagai otak perencana pembunuhan karena dalam amar putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao, nomor register 16/PID.B/2016/PN.Rno, telah disebutkan, bahwa tiga orang terpidana, yakni Samuel Filly, Tony Filly dan Feri Henukh, sementara menjalani hukuman penjara, hanya sebatas sebagai orang yang turut serta bukan  sebagai otak perencana penembakan terhadap almarhum, Yoppy O Hilly.

“Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao dikatakan oknum yang diduga kuat menjadi dalang penembakan, diketahui berkomunikasi via sms dan telepon seluler. Di mana, pada tanggal 29 Desember 2015, Anderias Adu mengirim sms kepada terpidana, Samuel Filly, sebanyak tujuh kali. Kemudian, Anderias Adu menghubungi lagi Bernadus Arnolus Filly. Lalu, Anderias Adu juga menghubungi, Nipjono Beni Nalle. Setelah itu, Samuel Filly menghubungi Nipjono Beni Nalle. Selanjutnya, pada malam hari, sekitar pukul 08. 00 wita, diteruskan dengan pertemuan bersama di kediaman, Bernadus Arnolus Filly.

Hadir dalam pertemuan tersebut, sebanyak tujuh orang, yakni mantan Kades Lidor, Anderias Adu, penjabat Kades Lentera, Nipjono Beni Nalle, Bernadus Arnolus Filly, Tony Filly, David Adu, Fery Henukh dan Efen Adu, urai dia.

AKBP Bambang Hari Wibowo. S.IK, M.Si, Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao, melalui Kasat Reskrim Iptu Wahyu A. A Septyan, S. Sik, M.Si, via pesan Whatsapp, menjelaskan, pihaknya sudah bekerja maksimal dan professional sehingga apa yang dilakukan keluarga korban dengan melayangkan surat pengaduan kepada Kapolda NTT merupakan hak mereka.

“Itu hak keluarga korban untuk sampaikan surat pengaduan. Selama ini penyidik sudah bekerja maksimal dan profesional meskipun belum tetapkan tersangka baru.

Sementara menyangkut status Anderias Adu, selaku dalang penembakan, Kapolres Rote Ndao ini mengaku adalah hasil gelar perkara dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Kejaksaan. Bahkan soal prihal tersebut, pihak pun telah menjelaskan kepada keluarga korban, namun keluarga korbanlah yang tidak paham.

“Itu hak mereka, yang jelas, saya di sini tidak ada kepentingan apapun. Saya juga baru di sini. kita kerja profesional,”papar Iptu Wahyu, Via pesan Whatsapp.

Untuk diketahui, surat pengaduan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tengga Timur, Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, dan Ombusman Republik Indonesia, dengan tembusan juga kepada Kepala Kepolisian Resort Rote Nado.(BS/PE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *