Jajanan, “Daging Mentah”, Semakin Merajarela di Kota Kupang

Spread the love

KUPANG-Online NTT, -Ternyata jajanan, “Daging Mentah”, alias porstitusi, gadis-gadis belia semakin merajarela di Kota Kupang.

Para penyaji jajanan kenikmatan sesaat tersebut konon ada yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Rata-rata umur mereka, berkisar antara 16 tahun hingga 22 tahun.

Informasi beberapa sumber terpercaya, menyebutkan tempat porstitusi tersebut tidak pernah tersentuh oleh rasia aparat Kepolisian dan Polisi Pamong Praja.  Pada hal, aktivitas esek-esek ini sudah berjalan sejak lama.

Pantauan awak media, pengunjung yang hendak menjangkau tempat maksiat ini, pertama harus melalui sebuah gang kecil pada sisi kiri rumah makan Se’i Babi Petra Oebufu. Di sana, lebih kurang, 300 meter, terdapat beberapa kamar kos yang siap menampung berlangsungnya aktivitas maksiat ini.

Kos kedua berada  pada sisi kanan rumah makan se’i babi petra, atau tepatnya di depan rambu jalan.

Beberapa anak muda yang sering mangkal di sebuah kios bugis, tidak jauh dari lokasi tersebut, mengaku bahwa untuk masuk ke kosan tersebut tidak sembarangan karena akan ditanyai yang macam-macam.

Menurut mereka, suasana di sekitar situ setiap harinya rame dikunjungi karena ada yang melakukan seks di kos-kosan namun ada yang dijemput. Patokan harga untuk sekali seks sangat bervariasi, biasanya 300 ribu rupiah sampai dengan satu juta rupiah. Itu pun tergantung dari negosiasi dan komunikasi.

Lebih hotnya, mereka pernah dengar kalau di tempat itu ada harga special, bagi yang berkeinginan mencari perawan. Harga perawan berkisar antara 20 sampai dengan 30 juta rupiah,” aku me reka.

Sementara, pantauan awak media, pada Minggu, (27/01/2019), malam pukul 9. 35 wita, pada kos pertama, terlihat beberapa wanita yang terkadang hilir mudik di depan kamar kosan, Ada juga beberapa lelaki berperawakan wanita alias bencong, yang masuk keluar gang. Sedangkan, di kos kedua, suasananya terlihat sepi. Namun  informasi dari beberapa orang warga yang masih nongkrong di depan kos-kos ini mengaku aktivitas  biasanya terlihat ramai pada siang dan sore hari. Kalau malam hari biasanya para gadis-gadis belia ini sudah bersama tamu di dalam kos-kosan.

Selanjutnya, kabar burung yang diterima awak media, menyebutkan, tempat porstitusi ini karena milik dari salah seorang yang berpangkat besar pada sebuah institusi penting di Kota Kupang maka ketika dilakukan rasia, informasi lebih dahulu dibocorkan sehingga kehadiran aparat tidak menemukan apa-apa.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan pemerintah llingkungan dan Kelurahan setempat belum dapat dimintai keterangan, terkait keberadaan porstitusi dilingkungannya. #jh*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *