Dekranasda NTT Gelar Festival Tenun di Arena Car Free Day

Spread the love

KOTA KUPANG-onlineNTT,  –Tenun ikat merupakan suatu hasil karya cipta, rasa dan karsa kekayaan intelektual yang bernilai tinggi. Hasil kreasi kaum perempuan di pelosok-pelosok Flobamorata yang selalu menciptakan motif dan beraneka ragam corak serta sarat dengan pesan kearifan lokal yang unik. Karya tenunan motif NTT telah dikenal dan diapresiasi secara Nasional dan Internasional.

Untuk semakin mempromosikan kain tenun NTT kepada masyarakat luas sekaligus membangkitkan rasa cinta generasi muda dan kalangan milineal, Dewan Kerajinan Nasional Daerah, (Dekranasda), NTT menggelar kegiatan Festival Sarung Tenun NTT di area Car Free Day, Sabtu, (23/02/2019).

Acara tersebut akan berlangsung selama empat jam dari pukul 06. 00 sampai dengan 10. 00 wita, berthemakan, “Sarung Tenun NTT Identitas Budaya Pemersatu Bangsa”.

Kegiatan itu melibatkan 10. 000 peserta dengan rincian perangkat daerah lingkup Provinsi NTT sebanyak 2. 000 orang, perangkat daerah Kota Kupang 500 orang, TNI-Polri sejumlah 500 orang, instansi vertical sebanyak 500 orang, organisasi wanita 500 orang, kelompok etnis 300 orang, BUMD/BUMN 700 orang, serta pelajar/mahasiswa 5. 000 orang. Semua peserta diwajibkan mengenakan baju kaos putih dengan sarung tenun NTT.

Ada beberapa kegiatan dalam acara tersebut, misalnya, NTT menari 1. 800 orang pelajar, tarian massal Flobamorata seperti Gawi, Dolo-Dolo, Jai dan Tebe, Bazzar makanan aneka kelor dari UMKN, instalasi tenun, paduan suara pelajar 2. 000 orang, music tradisional dan olahraga bersarung.

Para peserta akan dibagi dalam empat spot, yakni pertama, di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT dengan peserta 4. 975 orang. Kedua, depan Kantor Pengadilan Tinggi sebanyak 1. 685 peserta. Ketiga, depan Rumah Jabatan Gubernur, 2. 100 peserta. Keempat, depan rumah Kajati NTT, berjumlah 2.120 orang.

Menurut Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, pada setiap spot, akan diadakan berbagai rangkaian acara hiburan. Acara NTT menari akan dipusatkan di spot satu.Sementara spot yang lain,  ada acara tarian massal Flobamorata dan berbagai atraksi lainnya.

Para  peserta dan masyarakat yang hadir diharapkan dapat membeli kreasi tenun ikat di masing-masing spot dan produk makanan berbasis kelor.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milineal terhadap kain sarung NTT. Kita terus mendorong dan mengupayakan agar tenun NTT diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO, jelas Julie Laiskodat.

Lebih lanjut Julie berharap agar festival sarung tenun tersebut, dapat menjadi festival tahunan yang dapat menjadi agenda pariwisata daerah sehingga tenun NTT semakin beribar di kancah Nasional maupun Internasional. Kita juga terus mendorong penetapan hari sarung nasional. Sarung merupakan warisan kekayaan leluhur yang mesti dilestarikan serta layak disejajarkan dengan kain batik sebagai busana nasional. Dengan itu, geliat perkenomian para penenun juga akan semakin meningkatkan, pungkas Istri Gubernur ini. Press realese Humas Setda Prov NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *