Bupati Belu Kunker Awal Tahun Ke Desa Duarato Kecamatan Lamaknen

Spread the love

Siaran Pers : Dinas Kominfo Kab. Belu

BELU-Online NTT, –Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, dalam kunjungan kerja akhir tahun ke Desa  Duarato Kecamatan Lamaknen, Rabu (23/01/2019), disambut permainan orkestra suling bambu dan tarian likurai oleh siswa–siswi SD Inpres Duarato.

Orang nomer satu Kabupaten Belu itu bersama rombongan juga mendapat pengalungan tais oleh tokoh adat setempat.

Willybrodus Lay, SH dalam kesempatannya, sempat melakukan dialog dengan masyarakat,  menyampaikan motivasi kepada masyarakat agar bekerja keras guna mengurangi angka kemiskinan yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Menurut Willybrodus, kedatangan dia bersama rombongan ke Desa Duarato tidak untuk menghapus program bantuan sosial melainkan ingin menyampaikan kriteria–kriteria keluarga yang berhak menerima bantuan dan atau dikategorikan sebagai KK miskin.

”Hari ini saya dan dinas terkait hadir untuk ingin mendengar langsung dari masyarakat, soal angka kemiskinan yang selama ini tidak berkurang melainkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Lain dari itu, guna mengecek data penerima manfaat bantuan sosial seperti rastra yang berhak menerima dan tidak,”terang dia.

Dikatakan Lay, masih terdapat beberapa KK yang dianggap miskin sehingga menerima bantuan sosial, membuat dirinya merasa sedih, ujarnya.
Sedangkan, terkait persoalan penerima manfaat rastra, Willybrodus menjelaskan harus benar–benar adalah keluarga yang berhak dan dikategorikan sebagai keluarga tidak mampu” ujarnya.

Turut hadir sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, antara lain; Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, Drs Arnoldus Bria Seo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Marsianus Loe, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M. B. Saik, SKM, M.Kes, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Elly C.H. Rambitan, SH, M. Hum, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu, Drs  Willybrodus Leto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan pengembangan daerah Kabupaten Belu, Frans Manafe, S.Pi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belu, Januaria nona Alo, S. Ip, Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu,  Amandus Linci, S. Pt, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu, Vinsensius K. Laka, ST, Kepala Bagian Perekonomian Setda Belu, Ir Fridolinus Siri Bein, Kepala Protokol dan Komunikasi Publik Kabupaten Belu,  Marianus F. Loe, S. IP,

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Elly C.H. Rambitan, SH. M.Hum menambahkan, jumlah kk miskin Desa Duarato, sesuai data Kementerian Sosial Republik Indonesia, berjumlah 80 KK. Khusus penerima bantuan rastra sebanyak 45 kk dan Program Keluarga Harapan sejumlah 40 kk.

“Pendataan kk miskin oleh Badan Pusat Statistik, selanjutnya diserahkan ke tim pengelola data. Kemudian ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI,” paparnya.

Dijelaskan Elly C.H. Rambitan, bahwa masyarakat yang tergolong sebagai penerima bantuan sosial harus memenuhi 14 kriteria, yaitu,  lantai rumah masih tanah, atap rumah dari alang–alang, tidak menggunakan listrik, air minum dari kali, bahan bakar adalah kayu api, tidak memiliki listrik, penghasil dan luas lahan 500 meter persegi dan pendapatan dibawah RP. 600.000, 00 per bulan, jelas dia.

Pantauan media,  seluruh Pimpinan OPD juga berkesempatan menyampaikan hal–hal yang berhubungan dengan tupoksi.

Dikesempatan itu pula, Bupati bersama para pimpinan OPD berkesempatan melihat secara dekat kondisi masyarakat dan luas lahan yang ada di wilayah Desa Duarato.****

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *